Beginilah Fungsi Dari Exhaust Gas Recirculation di Mesin Diesel

Nabiel Giebran El Rizani - Jumat, 18 Januari 2019 | 19:15 WIB

Exhaust Gas Recirculation (EGR) di mesin diesel Mercedes-Benz (Nabiel Giebran El Rizani - )

Jip.co.id - Exhaust Gas Recirculation (EGR) punya fungsi penting untuk mesin.

“EGR digunakan untuk mengurangi emisi, dengan mengembalikan gas sisa pembakaran (NOx) kembali ke intake manifold,” ujar Sanusi, Workshop Head Isuzu Astra Biz Centre BSD, Tangerang.

Saat ini EGR banyak digunakan di mobil bermesin diesel.

“Saat ini EGR banyak digunakan oleh mobil diesel, berkaitan dengan aspek efisiensi BBM dan mengurangi emisi,” tutur Sanusi.

Pada mesin konvensional bukaan katup EGR dipengaruhi oleh kevakuman di intake manifold.

(Baca Juga : Ini Alasan Suara Mesin Diesel Lebih Berisik Dari Mesin Bensin)

“Cara kerjanya, dengan memanfaatkan pegas untuk buka-tutup katup EGR, untuk mengatur pegas memanfaatkan slang vakum yang terhubung ke intake manifold,” jelas Sanusi.

Pada EGR modern pembukaan katup diatur secara elektris oleh ECM (Engine Control Module)

“Di mesin modern pegas diatur oleh ECM, dengan data dari beberapa sensor seperti air temperature sensor, engine temperature sensor, dan manifold absolute pressure sensor,” ungkap Sanusi.

EGR biasanya dilengkapi komponen EGR cooler, karena gas exhaust memiliki temperatur yang tinggi.

“Gas exhaust akan dimasukkan kembali ke ruang bakar, tapi sebelumnya didinginkan terlebih dahulu,” imbuh Sanusi.