Freelock Hub Pneumatic

Kamis, 7 September 2017 | 12:54 WIB

jelas pria yang banyak bergumul dengan KIA Sportage 4x4 ini.

”Setiap peranti tersebut memiliki peran sendiri-sendiri, di mana satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan.

Apabila salah satu peranti tersebut mengalami kerusakan, maka proses penguncian pun gagal,” imbuhnya.

Silenoid menjadi jalur buka-tutup udara dari reservoir untuk aktifasi freelock pneumatic. Ciri aktif tidaknya silenoid, dapat dicek dengan melepas ujung slang yang menuju ke as roda. Jika terasa sedotan udara di ujung jari, maka silenoid tersebut dalam kondisi baik. 

Sakelar pada tuas transfercase menjadi peranti pertama yang mengawali proses.

Sakelar akan beroperasi secara otomatis apabila tuas diposisikan pada 4H ataupun 4L.

Sakelar mengirimkan sinyal arus listrik untuk mengaktifkan silenoid, sehingga katup silenoid terbuka dan menimbulkan kevakuman (akibat mesin hidup).

Efek vakum mendesak perangkat pada ujung freelock hub bergerak maju, untuk mengunci.

Sedangkan resevoir berfungsi untuk membuat kondisi vakum lebih kuat dan stabil.

Resevoir atau tangki menampung udara yang membantu tekanan vakum menjadi lebih stabil dan kuat. Peranti ini terkoneksi langsung pada intake manifold.

”Semua proses tersebut terjadi pada saat mesin hidup. Udara yang diambil dari intake akan memberi tekanan terus-menerus sehingga freelock terkunci,” terang Agus.

”Maka jika mesin kendaraan tersebut dimatikan, maka otomatis akan disconnect walau posisi tuas pada 4x4,” imbuhnya.

”Dan bila mesin kembali dihidupkan, secara otomatis freelock akan tersambung kembali,” jelasnya.

Walau menawarkan kemudahan dalam pengoperasian, namun sistem ini lebih riskan gagal dibandingkan versi full mekanikal.

Semakin banyak peranti yang terlibat, maka semakin besar pula peluang terjadi kegagalan.

Seal roda bagian dalam dan auto lock menjadi kunci terakhir kesuksesan proses penguncian. Peranti ini bekerja dengan mengkoneksikan kondisi vakum dari arah silenoid dan tabung resevoir.

”Semua peranti berpeluang rusak dan menggagalkan proses penguncian.

Mulai dari sakelar, silenoid, kebocoran pada selang, kotor pada unit autolock dan beberapa kemungkinan lain.

Singkatnya, karena melibatkan sistem kelistrikan, kebocoran udara dan juga seal menjadi isu yang harus diperhatikan.

Kondisi prima dari masing-masing piranti terkait harus diperhatikan,” tutupnya.

Thanks to:

Agung  Motor

Jl. H Naman , Transito no 92, Pondok Kelapa Jakarta-Timur

Telp : 08567473433