Perhatikan Kode Indikator Bobot Pelek, Salah Pilih Fatal Akibatnya!

Nabiel Giebran El Rizani - Selasa, 12 Februari 2019 | 10:15 WIB

ilustrasi pelek mobil (Nabiel Giebran El Rizani - )

Jip.co.id - Bila dilihat dengan seksama pada bagian kode indikator pelek terdapat ukuran berat yang ditandai dengan satuan kilogram (kg).

Angka pada kode indikator pelek ini bermacam-macam tergantung pabrikan pembuatnya.

Kode indikator ini sangat penting diperhatikan karena akan sangat berpengaruh terhadap safety mobil.

"Tulisan yang biasanya terdapat di belakang palang pelek ini bukan berat dari pelek tersebut, namun kekuatan maksimal yang bisa ditahan oleh pelek," ucap Didi Ahadi selaku Technical Service PT Toyota-Astra Motor (TAM).

Angka yang tertera biasanya ditulis 700 kg, 800, kg, 1.000 kg, bahkan bisa lebih.

Ryan/GridOto
bobot yang mampu ditopang pelek
(Baca Juga : Tips Pasang Spion Auto Retract Nissan Terra, Simpel Banget Ternyata)

Perbedaan angka ini diperuntukkan untuk jenis mobil yang berbeda-beda.

Dan angka ini ditunjukkan untuk satu buah pelek.

Jadi bila terdapat empat roda maka tinggal dikalikan empat.

"Sebagai contoh, bobot mobil MPV seperti Toyota Avanza berkisar 1,42 ton, berarti pelek dengan kode indikator 700 kg sudah mampu karena jumlah total beban yang bisa ditopang mencapai 2,8 ton," tambahnya.

Berbeda lagi dengan mobil SUV yang memiliki bobot lebih berat.