Modifikasi Jip, Land Rover Series IIA Troop Carrier Sang Penghantar Keluarga

Nabiel Giebran El Rizani - Rabu, 16 Oktober 2019 | 16:35 WIB

Land Rover Series IIA Troop Carrier (Nabiel Giebran El Rizani - )

Jip.co.id - Sebagai ayah dari empat anak, Sanggra Aderio Anggestha sangat termotivasi untuk mendekatkan anak-anaknya dengan alam. “Lewat alam, banyak hal yang bisa didapat dan menurut saya sangat bagus untuk membentuk kepribadian anak,” ucapnya.

Caranya, Sanggra sering mengajak dua putri dan dua putranya untuk beraktifitas dan menikmati alam bebas setidaknya sebulan sekali, “Bahkan terkadang lebih sering,” celetuknya. Dari kebiasaan itulah, kemunculan Land Rover Series IIA ini.

Pilihan Sanggra pada Landy rupanya punya alasan kuat. “Sejak duduk dibangku SMA, saya sudah tertarik sekali lihat Land Rover. Bentuknya gagah, dan seolah sejatinya kendaraan 4x4,” jelasnya.

(Baca Juga: Modifikasi Jip, Land Rover Defender 110 Sang Sahabat Memancing)

Mesin masih asli bawaan
Rupanya, pandangan tersebut turun langsung ke anak paling bontot. “Dia kalau dengar ada yang ngomongin Land Rover langsung nyamber, pokoknya semua barangnya harus berbau Land Rover, he he he,” tambahnya. Mantap!

Beruntung, saat mencari Land Rover beberapa tahun silam, Sanggra mendapatkan apa yang diinginkan. Dia mendapat tawaran Land Rover Series IIA dengan kondisi segar, “Lebih senang lagi saat tahu ini versi kargo Australia,” celetuk pria kelahiran 1978 ini.

Gardan menggunakan OEM Series IIA
Impian sang Ayah untuk mendekatkan dengan alam pun semakin terbuka lebar.

“Dengan Land Rover versi Troop Carrier seperti ini, memungkinkan saya untuk bawa keempat anak saya pergi beraktifitas di alam, mengajak mereka menginap ditempat-tempat yang punya pemandangan dan alam masih bagus,” ucapnya.

Warn 9.5 Cti buat jaga-jaga kala lokasi camping sulit
Untuk itu, ada sedikit rubahan pada Land Rover Series miliknya, “Memang niat saya sengaja mempertahankan aura klasik si Series. Makanya saya hanya merubah sedikit pada bagian interior. Tujuannya agar anak saya bisa tidur nyaman selama perjalanan menuju lokasi camping,” tutur Sanggra.

Alasan dibuat seperti ini, karena Sanggra lebih sering pergi menuju lokasi camping saat malam hari. “Sengaja tunggu kondisi jalanan sepi, biar gak kepanasan kalau kena macet, he he he,” cengirnya.

Itu kenapa bagian belakang interior dibuat tempat alas tidur. “Dan kalau sampai lokasi hujan, bisa tetap istirahat dulu di dalam mobil tanpa harus dirikan tenda dahulu,” tambahnya.