Begini Cara Untuk Mengoptimalkan Mesin Diesel Lawas

Nabiel Giebran El Rizani - Selasa, 3 November 2020 | 19:01 WIB

Ilustrasi mesin diesel (Nabiel Giebran El Rizani - )

Mengganti nosel solar

Masalah pada nosel di mesin diesel, terutama lokal, banyak terjadi karena kualitas bahan bakar yang kurang baik.

Biasanya solar lokal memiliki kadar sulfur dan air yang tinggi, dua hal inilah yang kemudian merusak nosel.

Akibatnya, banyak nosel yang rusak pada ujung-ujungnya, kondisi seperti ini membuat tekanan nosel berbeda satu dengan lainnya.

Baca Juga: Harga Terkini Toyota Rush di Indonesia November 2020, LSUV Tampilan Keren Mesin Bandel

Celah klep

Langkah selanjutnya dengan melakukan penyetelan gap atau celah klep.

Pada mesin DL gap standar dipatok pada angka 0,25 mm, baik pada katup in ataupun exnya.

Hal ini diubah menjadi 0,20 mm untuk in dan 0,18 untuk exnya.

Atau dalam rumusan sederhananya, mesin diesel lain bisa mengikuti dengan ukuran gap 10-20% lebih kecil.

Pompa injektor

Volume bahan bakar ditambah dengan melakukan penyetelan di pompa solar, diputar maksimal 45° pada leveler dan timing dimajukan 1°.

Tujuannya supaya volume bahan bakar yang diminta mesin selalu memadai.

Berapa pun volume bahan bakar yang diminta ruang bakar, dapat dipenuhi oleh injektor sebagai media pemasok bahan bakar.

Teorinya, jika kebutuhan ruang bakan dengan cepat dapat dipenuhi, maka performa mesin pun akan meningkat, begitu pun diikuti dengan efisiensi penggunaan bahan bakar.