Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

MENGENAL SI MONSTER, MESIN V8 AMERIKA UNTUK KOMPETISI

Selasa, 6 Juni 2017 | 12:26 WIB
No caption
No credit
No caption

JIP - Mesin V8 tak hanya milik penggemar hot rod atau muscle car, karena sejatinya, jip menjadi salah satu kendaraan populer yang mengadopsi mesin bongsor tersebut. Baik untuk harian maupun kompetisi. Maka dari itu, “Meski populasi mesin V8 tak sebanyak mesin tipe lainnya, tetap memiliki penggemar tersendiri. Sehingga, ketersediaan mesin V8 tetap diburu oleh para penggemarnya,” ujar Agam, punggawa gerai mesinV8_indonesia dan www.mesinv8.com ini.

Namun untuk kompetisi, varian mesin V8 buatan Amerika kini sudah banyak di temui di Tanah Air. Kalau untuk kompetisi, mesin V8 buatan General Motors lah yang kini paling populer, bahkan GM LS series sudah banyak populasinya karena rata-rata untuk speed offroad lantaran tenaganya buas kayak monster,” tambah Galih Laksono, punggawa workshop G-Speed Radio Dalam, Jakarta Selatan.

No caption
No credit
No caption
Kenali karakternya agar bisa optimal di lintasan speed offroad

Seperti pada kompetisi speed offroad misalnya, beberapa kendaraan tubularnya yang berlaga di kelas FFA sudah banyak yang mengusung mesin V8 Chevrolet performa tinggi dari keluarga LS series, seperti LSX, LS7, dan LS3, Bahkan menurut kabar, tenaga yang dihasilkan dari mesin LSX yang terpasang di kendaraan tubular milik H. Sam mampu menyemburkan tenaga sekitar 1000 dk. Wow…

Menarik memang jika melihat perkembangan tren mesin V8 untuk kompetisi. Mari kita mengenal tiga mesin V8 yang paling banyak diandalkan pada lintasan speed offroad berikut ini.

GM LS3

Pertama digunakan pada Chevrolet Corvette C6 Z06 pada 2008. LS3 merupakan bagian keluarga mesin V8 LS series yang menggunakan material aluminium pada blok dan kepala silinder. Kapasitasnya mencapai 6.200 cc dengan perbandingan kompresi cukup tinggi, yakni 10,7:1. Tenaga puncaknya mencapai 430 hp dan torsi 575 Nm.

No caption
No credit
No caption
GM LS3

Karakternya memang khas mesin V8 bongsor, torsi pada putaran bawah begitu melimpah yang justru menyulitkan pengendaliannya. “Menurut gue, mesin GM LS3 paling bandel yang enggak pernah rewel ketimbang mesin V8 generasi LS lainnya. Selain itu harganya lebih murah,” ujar Julian Johan, offroad yang menggeber Jeep Grand Cherokee dengan menggunakan mesin LS3.

GM LS7

Mesin V8 yang sedang naik daun serta menjadi favorit baru di kalangan speed offroader. Mesin LS7 ini dibuat oleh General Motors dan menjadi salah satu keluarga mesin V8 GM yang menggunakan material aluminium pada blok dan kepala silinder. Kekuatan utamanya adalah kapasitas mesin yang super besar, yakni 7.000 cc yang diambil dari keluarga mesin big block GM, 427.

No caption
No credit
No caption
GM LS7

Mesin V8 ini sudah menggunakan material titanium pada setang piston dan valve-nya. Sementara pistonnya menganut hypereutectic. Sehingga memiliki bobot yang ringan. Tenaga standarnya mencapai 505 hp dan torsi 640 Nm. Namun dengan tambahan supercharger atau twin turbo, tenaga dengan mudah naik menjadi 600 hingga 1.000 hp. “Tapi perhatikan pada bagian kepala silinder, mesin LS7 rentan jebol pada valvetrain-nya terlebih ketika sudah pakai turbo atau supercharger,” wanti Galih.

Hal tersebut lantaran mesin LS7 awalnya diperuntukkan untuk naturally aspirated, sehingga kekuatan materialnya tak sebagus LS3 atau LS9 yang memang sudah dipersiapkan untuk mengaplikasi supercharger.

GM LSX

GM LSX sendiri merupakan pengembangan dari LS7 yang dikhususkan untuk keperluan motorsport. Bedanya, LSX menggunakan blok mesin dari cast iron, sehingga diklaim jauh lebih kuat. Tersedia dari kapasitas 364 cu.in (6.000 cc) hingga 511 cu.in (8.200 cc). LSX diklaim kuat dihajar hingga 2.500 hp, lantaran dibekali dengan komponen internal heavy duty.

No caption
No credit
No caption
GM LSX

Overheat pada mesin V8

CEK & RICEK

Namun, ketika Anda ingin memutuskan untuk mengaplikasi mesin V8, pengecekan menyeluruh pada komponen pendingin tetap harus dilakukan. Karena overheat sudah menjadi momok untuk pengguna mesin V8. ”Kalau kondisi komponen pendinginannya masih baik, pasti mesinnya sehat-sehat saja, bahkan jika dipakai harian hingga balap sekalipun,” ujar Galih.

No caption
No credit
No caption
”Kalau kondisi komponen pendinginannya masih baik, pasti mesinnya sehat-sehat saja, bahkan jika dipakai harian hingga balap sekalipun,” ujar Galih

Permasalahan pertama ada pada radiator. Penyakit yang umum pada radiator ini memang bisa terjadi di semua jenis mesin. ”Pada mesin V8 umumnya usianya sudah cukup tua, makanya banyak komponen yang tak dalam kondisi baik, termasuk radiator. Umumnya saluran airnya dah tidak lancar,” tambah Galih.

Jalur air pada radiator ini umumnya sudah banyak yang tersumbat atau bahkan bocor. Sehingga, proses pembuangan panas pada radiator tak mampu berjalan dengan baik. ”Paling ideal sih menggunakan radiator baru dengan 3 ply. Lebih tebal dan jalur airnya lebih banyak jadi lebih maksimal,” sahut Agam.

No caption
No credit
No caption
Pendinginan mesin V8

Selain radiator, jalur selang juga harus dicek kembali kondisinya. Lantaran sudah termakan usia, banyak titik yang sudah aus dan bocor. ”Terlebih pada mulut ke radiatornya yang biasanya sudah retak,” tambah Galih. Untuk selang radiator ini, tak ada jalan lain selain mengganti baru.

Setelah selang radiator, jalur air pada mesin juga menjadi faktor krusial. jalur air atau biasa dikenal dengan water jacket ini umumnya sudah banyak yang tersumbat lantaran penumpukan karat dan kotoran yang terbawa dari air radiator. Untuk membuang karat dan kotoran tersebut bisa dengan menguras jalur water jacket hingga bersih. ”Kalau sudah ada yang bengkok pada jalurnya, terpaksa harus turun mesin,” terang Galih.

Radiator

Kondisi water pump yang bermasalah juga bisa mengakibatkan overheat. Umumnya, bearing atau laher pada water pump sudah bermasalah, sehingga tak mampu menyalurkan air dengan maksimal.”Jika direbuild, khawatir bahan lahernya kurang baik, ketika mesin digeber hingga putaran cukup tinggi bisa rontok dan air tak dapat terpompa,” tambah Galih. Sehingga sangat direkomendasikan untuk menggunakan water pump dengan kondisi masih baik, mulai dari pompa hingga belt-nya.

Kisaran harga

KHUSUS KOMPETISI

Jika berniat menggunakan mesin V8 LS series untuk kompetisi, harga pasaran mesin V8 LS3 berkisar Rp 200 jutaan. Harga tersebut sudah termasuk ECU, wiring dan girboks. Sementara untuk mesin LS7 sekitar Rp 40 juta lebih mahal dari LS3. Namun harga tersebut belum termasuk transmisi. ”Kalau transmisi seperti Turbo Hydramatic 350 untuk kompetisi sekitar 35 ribu Dollar,” ujar Julian Johan yang menggunakan transmisi Powerglide 2 percepatan pada Grand Cherokee yang digunakan speed offroad.

Editor : inne

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa