Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Mau Tau Hasil Tes Lengkap Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line?

Indra Aditya - Jumat, 3 November 2017 | 13:17 WIB
Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line
Aries Aditya
Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line

JIP.CO.IDGLC 300 Coupe AMG Line merupakan salah satu SUV terbaru dari Mercedes-Benz.

Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line punya tampang lebih cantik dengan garis atap lebih landai.

Berbeda dengan saudaranya, Mercedes-Benz GLC 250 Exclusive yang atapnya cenderung rata hingga buritan sehingga tidak sedramatis Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line.

Format tampilan seperti itu menjadikan Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line bagai SUV dengan tubuh seperti sportscar.

Desain Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line yang lebih pipih 4 cm dari GLC 250 Exclusive berdampak pada ruang kepalanya.

Ini membuat headroom Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line lebih sempit bagi penumpang belakang.

(BACA JUGA: Ada 6 Trik Mudah Cara Deteksi Keausan Kampas Rem Mobil Matik)

Headroom Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line lebih sempit
Roro Aveline
Headroom Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line lebih sempit

Bagi penumpang dengan tinggi badan lebih dari 190 cm, maka kepala akan lebih dekat dengan plafon.

Tapi untungnya, soal ruang kaki (legroom), Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line tetap lega.

Penumpang di baris kedua tetap bisa berselonjor jadi lebih rileks untuk perjalanan jauh.

Tak kalah menarik adalah akomodasi barangnya.

Meski kaca belakang nyaris tidur akibat garis atap yang landai, tapi kapasitas bagasi Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line tetap besar.

Saat bangku baris kedua digunakan, ruang kargo bagasi ada di volume 491 liter.

Sementara saat bangku baris kedua dilipat, kargo Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line bisa mencapai 1.491 liter.

Roda kekar Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line
Roro Aveline
Roda kekar Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line


Sayangnya, meski akomodatif, namun dengan atap lebih pipih membuat visibilitas ke belakang jadi terganggu.

Memantau arah belakang dari spion tengah, pengemudi lebih terasa seperti mengintip ketimbang melihat.

Ini menyulitkan saat berada di jalan sempit atau saat hendak parkir mundur.

Handling Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line juga lebih tajam, setidaknya jika dibandingkan GLC 250 Exclusive.

Dengan suspensi sport sebagai fitur standar, Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line mampu bermanuver lebih tenang di kecepatan lebih tinggi.

Suspensi itu membuat bantingan Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line jadi lebih kaku.

Dampak negatifnya, guncangan di kabin Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line jadi lebih terasa saat menginjak speedbump atau lubang di jalan.

Ini jelas mengganggu kenyamanan Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line.

Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line
Roro Aveline
Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line


Jadi walaupun Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line adalah sebuah SUV yang juga andal di medan offroad ringan, tapi pengendaliannya di jalan aspal sangat tajam.

Soal performa, Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line memang terbukti kencang.

Pada parameter akselerasi, sprint 0-100 km/jam selesai dalam 7 detik pas.

Akselerasi itu tak lepas dari tenaga besar yang dimiliki Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line.

Outputnya mencapai 245 dk dengan torsi 370 Nm.

Figur itu berasal dari mesin canggih 1.991 cc 4 silinder yang disuntik turbo.

Selain mesin, performa setajam itu juga dicapai dari kinerja transmisi.

Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line menggunakan girboks otomatis 9 percepatan atau yang dalam bahasa Mercedes-Benz disebut 9G-TRONIC.

Transmisi itu lalu meneruskan tenaga ke semua roda (4MATIC) sehingga bisa terjamin grip roda di beragam permukaan.

Dengan 9 percepatan, maka transmisi memiliki banyak cadangan gigi untuk menyesuaikan posisi di berbagai kecepatan.

Misalnya saat melaju konstan 100 km/jam di gigi 9, Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line bisa turun 2 gigi sekaligus ketika pedal gas diinjak 3/4.

Garis atap Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line lebih landai
Roro Aveline
Garis atap Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line lebih landai


Hasilnya, akselerasi lebih instan sehingga memudahkan pengemudi saat hendak menyalip kendaraan.

Gigi Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line yang banyak juga membuat putaran mesin bisa lebih rendah.

Di 100 km/jam, putaran mesin hanya 1.700 rpm sehingga pengendaraan jadi lebih halus.

Bagaimana dengan performa deselerasi?

Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line mampu berhenti total dari 100 km/jam dalam jarak 38,2 meter.

Tak buruk untuk SUV dengan bobot kosong 1.785 kg.

Soal efisiensi BBM, pada rute dalam kota dengan kecepatan rata-rata 22 km/jam, Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line mencetak 8 km/l.

Sedangkan rute tol dengan average speed 90 km/jam, Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line meraih 13,1 km/l.

Angka itu belum dapat dikatakan hemat.

Artinya, soal akselerasi, mungkin Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line cukup impresif.

Tapi soal kehematan, Mercedes-Benz GLC 300 Coupe AMG Line terhitung biasa saja.

Editor : Indra Aditya
Sumber : GridOto.com

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa