Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Suzuki Jimny LJ80V Resep Pembalap Kambuhan

Indra Aditya - Rabu, 7 Februari 2018 | 22:48 WIB
Nafsu kompetisinyabangkit, dan penyakit balapannya kambuh
Nafsu kompetisinyabangkit, dan penyakit balapannya kambuh

JIP.CO.ID - Dunia balap sudah mendarah daging bagi Nicolas Edwin Pattiasina.

Sejak usia belia, Nicolas sudah eksis di dunia kompetisi, terlebih roda empat.

Maraknya speed off-road belakangan ini mebuat nafsu kompetisinya pun bangkit, dan penyakit balapannya kambuh.

Bagi Nicolas, bukanlah suatu kendala untuk balap dengan budget rendah.

“Tergantung masing-masing individu, namun bagi saya balapan tak harus tampil ‘wah’, dan bisa disesuaikan dengan budget kita,” tutur ayah dari Dakotama Pattiasina dan Riviera Ghia Putri Pattiasina ini.

(BACA JUGA: Estimasi Biaya Dan Waktu Perbaikan Bodi Mobil Di Bengkel Resmi)

Kabin sederhana sesuai kebutuhan
Kabin sederhana sesuai kebutuhan

“Kondisi bodi berantakan, biarkan saja….hehehe,” kekehnya.

Dengan resep yang ia terapkan itu, Nicolas membuktikan dirinya tetap eksis dalam menekuni putaran seri 2012 hingga 2013 ini.

Dan dari bisik-bisik kiri dan kanan, biaya yang ia keluarkan cukup fantastis, jauh di bawah biaya rekan-rekan pembalap lainnya.

Mesin F8A berkapasitas 0.8 liter tetap dipertahankan, cukup melakukan penyegaran dengan mengganti komponen yang telah aus.

Lantaran kondisi piston bawaan mesin sudah kurang bagus dan dinding silinder yang cacat tergores, maka diameter piston pun diperbesar hingga oversize 50 saja, itu dirasa cukup.

(BACA JUGA: Inspirasi Modifikasi Digital Daihatsu Terios, Pilih Sporty Atau Rally?)

Mesin aslinya cuma disegarkan saja
Mesin aslinya cuma disegarkan saja

Performa dituai dengan melakukan porting polish, penggantian cam, per klep serta penggantian karburator dan pemasangan header 4-2-1.

Jika biasanya mesin dimundurkan untuk mendapatkan distribusi berat yang lebih baik, jip satu ini mendapat perlakuan berbeda.

Sasis bagian depan diperpanjang 15 cm, dengan demikian wheelbase pun mulur 15 cm.

Transmisi dan transfercase LJ80 masih tetap dipertahankan pada fungsinya.

Pernah terpikirkan untuk mengganti transmisinya dengan milik SJ410 tahun lama.

(BACA JUGA: Saat AC Mobil Cuma Angin Dan Enggak Dingin, Ini Penyebabnya)

Karat jadi identitas mobil ini
Karat jadi identitas mobil ini

Walau lebih bersahabat pada cara pemindahan giginya, transmisi Jimny Gen 2 tersebut belum dirasa pas terutama pada perbandingan rasio pada girboks.

Girboks bawaan aslinya yang dianggap paling klop dengan yang diinginkan.

Kendati faktor esteika jelas-jelas dicoret dalam daftar, namun tidak demikian dengan faktor keamanan.

Rollbar dari pipa seamless saling terkoneksi satu dengan lainnya dan ditanam langsung pada sasis kendaraan.

Posisi jok ditata ulang dan disesuaikan dengan postur tubuh driver maupun co-drivernya, oleh karenanya lantai pada bagian driver dan partnernya pun turut dikoreksi.

(BACA JUGA: Punya Tubuh Bongsor, Performa Mesin Audi Q5 Tetap Sangar)

Nomor lambung yang bikin orang tersenyum saat melihat
Nomor lambung yang bikin orang tersenyum saat melihat

Intrumen dan piranti yang tersedia cukup minimalis, hanya ada intrumen pemantau suhu mesin beserta tombol-tombol lampu dan piranti cut-off saja.

Selonsong gardan bawaan asli kendaraan diperkuat dengan reinforcement baik pada gardan depan amaupun belakang.

Final gir bawaan asli pun ternyata masih dipertahankan.

Sedangkan untuk suspensi, Jangkrik karatan ini cukup ‘PeDe’ dengan racikan suspensi sederhana di mana secara struktur tidaklah jauh dari konstruksi aslinya.

Susunan per diracik ulang dengan menggunakan per yang lebih panjang sehingga travel suspense pun jadi lebih maksimal.

(BACA JUGA: Pakai Pelek 22 Inci, Lexus RX450h Terlihat Makin Agresif)

Duo pembalap kambuhan
Duo pembalap kambuhan

Savero Komodo MT dan pelek alloy Challanger menjadi sepatu dalam melibas medan kejurnas speed off-road.

Dengan ukuran yang lebih mungil maka beban as roda dan mesin pun berkurang.

Nomor lambung 321 lengkap dengan tulisan KPK (Komisi Pembalap Kambuhan) memang sukses mengundang senyum siapapun yang menyaksikannya.

Light weight menjadi tips untuk mampir semua kendaraan kompetisi, termasuk juga jip yang satu ini.

Diet ketat dilakukan dengan memotong lantai dek belakang, kerangka pintu dan mengharamkan cat dan dempul.

(BACA JUGA: Central Door Lock Rusak, Ini Biaya Perbaikannya)

Tidak harus mahal, yang penting hasrat tersalurkan
Tidak harus mahal, yang penting hasrat tersalurkan

Tak mengherankan jika penampilannya pun babak belur dengan karat yang meraja lela di mana-mana.

Posisi aki diletakkan pada buritan tepat di dekat tangki.

Menurut kami sangat riskan mengingat posisi bonggol gardan sangat mepet sekali dengan tangki bahan bakar.

Uniknya justru karat lah yang menjadi ciri khasnya, jadi mohon kesadarannya untuk berhati-hati jika bersinggungan dengan jip ini.

Sediakan antiseptik dan waspadalah pada ancaman tetanus… hehehehe..

Editor : Indra Aditya

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa