Ini Perkembangan Model Toyota Land Cruiser Dari Awal Sampai Akhir

Dwi Wahyu R. - Jumat, 16 Februari 2018 | 11:00 WIB
Toyota Land Cruiser
Toyota Land Cruiser

Jip.co.id-Toyota Jeep BJ yang pertama diproduksi pada 1953 merupakan nenek moyang mobil 4x4 pabrikan Jepang ini.

Ia dibuat dengan menggunakan blue print Jeep Willys yang diberikan oleh pemerintah Amerika Serikat.

Namun, namanya berubah menjadi Toyota Land Cruiser pada 1954 setelah dituntut  Willys Kaiser Company yang pegang nama Jeep.

Pada 1955 Toyota Land Cruiser seri 20 meluncur.

Di sini ada sejumlah ubahan gril kini model 4 jendela dengan format horisontal, jarak sumbu roda dipangkas, serta suspensi yang lebih nyaman.

(BACA JUGA: Ingin Beli Mobil Bekas, Ini Cara Cepat Cek Kondisi Sistem Kelistrikan)

Mesin ikut mengalami revolusi dengan hadirnya tipe F dengan konfigurasi 6 silinder 3.878 cc ini diperkenalkan.

Kode F kemudian dipakai Toyota dalam sistem penamaan Land Cruiser seri 20, yaitu FJ20-FJ29.

Baru pada 1960 diluncurkan Toyota Land Cruiser seri 40 alias FJ40 yang fenomenal itu.

Di seri 40, beberapa penyempurnaan pun dilakukan. Transfercase dari 2 percepatan menjadi 3 (Hi­Low).

Juga memperluas lantai depan dengan memindahkan tuas girboks ke kolom setir. Sehingga ruang depan bisa muat 3 orang.

Toyota Land Cruiser Seri 55
Toyota Land Cruiser Seri 55

(BACA JUGA: Cara Bersihkan Noda Aspal Dan Serangga Di Bodi Mobil)

Masuk 14 tahun seri 40 mendapatkan mesin 2F 6 silinder sebaris berkapasitas 4.200 cc (130 dk) dan mesin diesel B 4 silinder sebaris 3.200 cc.

Tipe mesin diesel inilah yang selanjutnya populer dengan sebutan Toyota Land Cruiser BJ40.

Saat seri 40 masih diproduksi, lahir lagi adik kandungnya, FJ55 (1964­-1974).

Namun varian yang akrab disebut Toyota Commando ini tak terlalu banyak terlihat di Indonesia.

Maklum, varian ini memang diproduksi khusus untuk pasar Amerika dan Eropa.

Pun demikian dengan seri 60, 70, 80 dan 100.

(BACA JUGA: BMW X4 2019, Semakin Besar, Cepat Dan Kuat)

Khusus di seri 70, Land Cruiser membuat perubahan besar.

Memperkecil dimensi, menurunkan kapasitas mesin, serta merevolusi suspensi dari per pikul menjadi per keong.

Di seri 70 inilah muncul dua tipe yang masing­-masing di­beri nama Bundera dan Prado.

Perubahan sistem suspensi terjadi lagi di seri 90 (1997).

Pada varian ini mulai diperkenalkan suspensi independen pada roda depan.

Sedang di seri 100 telah dipasang sistem Active Height Control (AHC).

Editor : Dwi Wahyu R.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X