Ternyata Begini Rasanya Memacu UTV Fin Komodo KD 250 X

Nabiel Giebran El Rizani - Jumat, 1 Juni 2018 | 16:00 WIB
Fin Komodo KD 250 X
Rianto Prasetyo
Fin Komodo KD 250 X

Jip.co.id - Pasti banyak orang yang berpikiran jika melihat tampilan Fin Komodo adalah kendaraan yang jago off-road.

Lihat saja wujudnya, ban bertapak kasar dengan orientasi lumpur, sasis pipa terekspos beserta panel bodi minimalis, juga ground clearance tinggi yang seolah siap mengangkangi batu atau medan jelek lainnya.

Kenyataannya, Fin Komodo KD 250 X ini memang kendaraan off-road.

Saat kami duduk di kabin minimalisnya itu, jok rendah membuat kaki terasa sangat berselonjor.

(BACA JUGA: Yuk Spooring Ban Agar Mudik Lebaran Aman)

Posisi duduk ini mengingatkan kami pada mobil sport Lotus Elise atau Lotus Exige, bokong bagai menapak lantai, sudut dengkul sangat landai, dan sandaran jok bisa diset rebah.

Kendati posisi kemudi tidak bisa diatur naik-turun atau maju-mundur, tapi tak menyulitkan kami meraih posisi duduk ideal.

Tuas transmisi itu hanya ada 3 titik gerakan, depan (F),  tengah (N) dan belakang (R).

Tuas persneling hanya ada 3 titik gerakan
Rianto Prasetyo
Tuas persneling hanya ada 3 titik gerakan
Depan untuk maju, tengah untuk netral dan belakang untuk mundur.

Transmisi itu otomatis CVT, responsnya cenderung lebih ke arah halus ketimbang responsif apalagi mengentak.

Tenaga yang cuma belasan dk dari mesin berkapasitas 250 cc itu memang tidak memberikan akselerasi yang impresif, tapi karakter yang kuat di putaran bawah membuat Fin Komodo KD 250 X terasa luwes saat bergerak.

(BACA JUGA: Cara Deteksi Kerusakan Mobil dari Getaran Setir)

Suspensi menggunakan double wishbone di keempat roda, makanya kami tak heran Fin Komodo bisa sangat stabil saat membelok kencang di permukaan tanah berbatu.

Berkat double wishbone pula, mobil buatan Indonesia ini bisa tetap empuk bantingannya meski handling terasa tajam.

Sistem suspensi double wishbone
Rianto Prasetyo
Sistem suspensi double wishbone
Masalah muncul dari getarannya.

Getarannya sangat terasa saat putaran mesin sudah terlalu tinggi, dan getaran itu bagai peringatan bagi kami bahwa perangainya memang bukan untuk kecepatan sangat tinggi melainkan untuk luwes berkelit dari jebakan off-road.

Meski hanya berpenggerak roda belakang, namun artikulasi suspensi mampu menjaga traksi roda tetap optimal.

Bahkan Ibnu Susilo, desainernya juga merancang sasisnya agar fleksibel mendukug kelenturan suspensi.

Tujuannya agar saat Fin Komodo menemui rintangan, misal lumpur atau berbatu, pergerakannya tetap luwes menjaga traksi roda hanya dari poros belakang.

Editor : Nabiel Giebran El Rizani
Sumber : GridOto.com

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa