Ini Efek Bahan Bakar Sulfur Tinggi di Mesin Diesel Modern

Nabiel Giebran El Rizani - Senin, 5 November 2018 | 13:45 WIB
Injektor mesin diesel
Injektor mesin diesel

Jip.co.id - Mesin diesel modern di Indonesia umumnya sudah mengadopsi teknologi common rail yang dipadu dengan turbocharged dan direct injection.

Alhasil, tekanan pada sistem bahan bakar kian tinggi sehingga tak heran bila mesin diesel modern memerlukan bahan bakar berkualitas tinggi yang rendah kandungan sulfur.

 

Kenapa mesin diesel modern memerlukan bahan bakar rendah sulfur?

Alasan utamanya karena kandungan sulfur yang tinggi pada bahan bakar diesel dapat menyebabkan tersumbatnya injektor bahan bakar.

Pada mesin diesel common rail, noselnya memiliki lubang yang sangat kecil serta tekanan sangat tinggi.

Nosel injektor diesel
Nosel injektor diesel
(BACA JUGA: Ini Alasan Mesin Diesel Modern Butuh Bahan Bakar Berkualitas Tinggi)

Tekanan bahan bakar pada sistem berteknologi common rail berkisar 1.600-1.800 bar.

Bandingkan dengan konvensional yang hanya mencapai 700 bar.

Bila injektor mulai tersumbat, maka suplai bahan bakar ke ruang bakar akan tergangu sehingga menyebabkan turunnya tenaga mesin.

Ternyata masalahnya tidak hanya sampai di situ.

Jika Anda secara terus menerus menggunakan bahan bakar dengan kandungan sulfur tinggi, lambat laun penyumbatan akan menjalar ke intake manifold yang berdampak mesin kehilangan tenaga.

 

(BACA JUGA: Masalah yang Ada di Turbo Mesin Diesel)

Memang proses penumpukan kerak di intake manifold ini tidak instan.

Gejala penumpukan kerak di intake manifold baru terlihat ketika penggunaan mobil di atas 70.000 km.

Oh ya, satu lagi, semakin Anda sering menggunakan bahan bakar diesel yang memiliki kadar sulfur tinggi, maka semakin pendek atau cepat umur pemakaian catalytic converter.

Catalytic converter ini berguna untuk menyaring emisi gas buang agar berada dalam ambang batas aman.

 

Editor : Nabiel Giebran El Rizani
Sumber : GridOto.com

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X