Bukan Main, Hummer H-1 Satu Ini Sukses Dihidupkan Kembali Dari Kubur

Nabiel Giebran El Rizani - Rabu, 16 Januari 2019 | 16:10 WIB
Di mata saya, Humvee merupakan selebriti dunia militer
Di mata saya, Humvee merupakan selebriti dunia militer

Jip.co.id - Obsesi untuk punya Humvee yang terwujud dengan waktu cukup panjang

Sutanto Sutrisno bukan seorang tentara, namun pengusaha yang bergerak dalam bidang engineering dan energi ini memiliki ketertarikan yang kuat pada kendaraan ini.

“Di mata saya, Humvee merupakan selebriti dunia militer. Hampir setiap hari jip ini muncul di berita perang teluk Persia. Itulah awal ketertarikan saya,” ungkap pria yang akrab disapa Tanto ini.

Humvee menjadi obsesinya, tak sekadar berkhayal, namun pria berkacamata minus ini mengangankan sebuah Humvee dalam koleksinya.

(Baca Juga : Pasang Part Ini Bisa Bikin Toyota Fortuner Jadi Lebih Keren )

Interior luar biasa lapang untuk ukuran sebuah jip
Interior luar biasa lapang untuk ukuran sebuah jip
Obsesi itu dengan setia menemani hingga bisnis yang dijalani berkembang, dan sering membawanya pulang balik ke Amerika.

Di negara Paman Sam inilah peluangnya memiliki Humvee terbuka.

“Semuanya bermula dari sebuah kuburan Humvee di Mishawaka. Di sana saya mendapatkan informasi lengkap tentang jip ini,” kenangnya. Di sana, ia mengetahui bahwa sebagian besar konstruksi Humvee bersifat knock down. “Termasuk juga sasisnya,” tuturnya.

Satu per satu bagian dari kendaraan perang revolusioner ini sampai di workshopnya.

Perlu dua tahun lebih untuk melengkapi hingga terbentuk utuh.

Rem diletakkan pada pangkal as roda bagian atas
Rem diletakkan pada pangkal as roda bagian atas
Bagi Tanto, memiliki Humvee merupakan kebanggaan tersendiri.

“Humvee adalah murni kendaraan militer, dan sepanjang sejarahnya tidak banyak orang sipil di Amerika yang dapat memilikinya. Bila menghitung dari baru, hanya sekitar 160-an buah saja yang dimiliki warga sipil. Dan konon hal tersebut merupakan kesalahan andministratif pihak AM General,” tuturnya.

“Kebanggaan lain ada pada julukannya..Humvee.”

Dari istilah slank para prajurit itu muncul nama Hummer yang merupakan versi yang dijual bebas untuk sipil, bahkan beranak pianak hingga Hummer H3.

“Sebuah Humvee merupakan sebuah Hummer, namun sebuah Hummer bukanlah sebuah Humvee,” wantinya sembari menutup pembicaraan.

(Baca Juga : Ini Cara Setel Kopling Mobil Anda, Agar Makin Enak Dikendarai)

Sebagian besar konstruksi Humvee bersifat knock down
Sebagian besar konstruksi Humvee bersifat knock down
Sesungguhnya Humvee satu ini merupakan versi military lawas, yang dipersenjatai mesin V-8 diesel lansiran Detroit Diesel.

Suatu keberuntungan bahwa Tanto mendapatkan mesin V-8 turbo diesel 6.5 liter yang digunakan pada versi militer generasi lebih anyar.

Mesin yang mampu menggelontorkan daya hingga 205 hp ini juga sempat digunakan Hummer H1 sebelum digantikan mesin 6.6 L V8 Turbo Diesel yang jadi andalan Hummer H1 Alpha.

Luar biasa lapang untuk ukuran sebuah jip, dan terkesan sangat sederhana.

Ruang kabin seakan terpisah oleh dek yang memanjang tersambung sejajar dengan lantai bak di belakangnya.

 

Mesin V-8 turbo diesel 6.5 liter
Mesin V-8 turbo diesel 6.5 liter
Perlu dimaklumi bahwa Humvee dirancang sebagai kendaraan serbaguna yang mampu bermetamorfosa dengan berbagai tugas kemiliteran.

Gardan berbasis AMC 20 disematkan di depan dan belakang.

Gardan ini pernah menghuni buritan CJ-7, hanya bagian bongolnya saja yang digunakan Humvee.

Gardan ini kemudian dihubungkan dengan gear reduksi portal pada masing-masing ujung roda.

Satu keunikan pada remnya, keempat cakram diletakkan pada pangkal as roda bagian atas, yang berdekatan dengan bonggol gardan.

(Baca Juga : Lamborghini Urus Jadi Lebih Keren dan Garang, Karena Pakai Ini)

 

Ban Good Year Wrangler RT II berdiameter 37 military membalut pelek heavy duty bawaan asli kendaraan.

Teknologi ban run flat alias anti kempes menjadi standarnya.

Teknologi ini mengaplikasikan bantalan karet pada bagian dalam ban.

Sewaktu-waktu ban bocor, maka bantalan inilah yang menjaga jika ban bocor karena tertembak ataupun pecah.

Teknologi ini memungkinkan kendaraan ini masih dapat dioperasikan dengan normal sejauh 60 mil dengan kecepatan 30 mil per jam, meski ban bocor.

 

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X