Tips Rawat SUV, Ini Tanda-Tanda Transmisi Otomatis Harus Overhaul

Nabiel Giebran El Rizani - Kamis, 20 Juni 2019 | 09:10 WIB
Transmisi otomatis 6-speed Hyundai Santa Fe XG 2.4
Dwi Wahyu R./GridOto.com
Transmisi otomatis 6-speed Hyundai Santa Fe XG 2.4

Jip.co.id - Menggunakan SUV dengan transmisi otomatis saat perjalanan jauh memang perlu perhatian ekstra.

Jika muncul masalah pada kinerja transmisi otomatis, kemungkinan ada malfungsi pada komponen di dalam girboks.

Untuk mengetahuinya, Anda bisa lakukan overhaul transmisi otomatis setelah melakukan perjalanan mudik.

"Misalkan transmisi menjadi kasar, gejala jedug, atau nyangkut kemungkinan ada masalah di sistem mekanikalnya sehingga harus di overhaul atau belah girboks," ujar Hermas Efendi Prabowo, pemilik bengkel Worner Matic.

(Baca Juga: Tips Rawat SUV, Ayo Beri Perhatian Pada Gardan Agar Gak Boros)

Belah girboks dilakukan untuk mengetahui komponen mana yang sudah aus atau sudah tidak layak pakai karena sudah jauh dari batas toleransi pemakaian.

"Umumnya part yang pasti diganti itu kampas kopling dan pelat kopling, juga ada beberapa bagian yang masih bisa direparasi seperti rumah kopling," jelas mantan wartawan Harian Kompas ini.

Part yang rusak akan diganti dengan part yang baru, sementara untuk part yang masih bisa diperbaiki akan direparasi.

Setelah pemasangan part di dalam girboks selesai, tekanan oli transmisi diatur ulang melalui valve body untuk mengembalikan kinerja perpindahan gigi.

Untuk biaya overhaul sendiri berkisar mulai dari Rp 3 jutaan sampai Rp 20 jutaan, tergantung dari komponen yang diganti dan jenis transmisi otomatis dari mobil.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X