Ini Aditiv yang Dilarang Untuk Dipakai di Mesin Diesel

Nabiel Giebran El Rizani - Senin, 28 Oktober 2019 | 07:45 WIB
Ilustrasi mesin diesel
Taufan Rizaldy Putra/GridOto
Ilustrasi mesin diesel

Jip.co.id - Penggunaan bahan bakar yang sesuai dengan mesin merupakan suatu keharusan, enggak terkecuali untuk mesin diesel.

Untuk mendapatkan bahan bakar diesel dengan kualitas yang lebih baik sering kali pemilik mobil menambahkan aditif ke dalam tangki bahan bakar.

Aditif bahan bakar diesel sebenarnya tidak aman lho untuk injektor bahan bakar.

Ini karena aditif bahan bakar diesel merupakan senyawa kimia yang bisa saja merusak komponen di dalam injektor diesel.

"Penambahan aditif yang dituangkan dan di campurkan ke bahan bakar bisa bermasalah karena kandungan kimia aditif belum tentu cocok dengan mesin terutama injektor," sebut Loviess, pemilik Dutama Diesel, bengkel spesialis perbaikan injektor diesel.

(Baca Juga: Segini Biaya Oprek Turbo Mesin Diesel di X-Boost Station)

Ilustrasi aditif bahan bakar diesel
ryan/gridoto.com
Ilustrasi aditif bahan bakar diesel
Loviess melanjutkan, kandungan kimia aditif bahan bakar diesel bisa membuat komponen di dalam injektor menjadi cepat terkikis.

"Penambahan aditif yang dituangkan dan di campurkan ke bahan bakar diesel bisa bermasalah karena kandungan kimia aditif belum tentu cocok dengan mesin terutama injektor," ungkap Loviess.

"Bagian valve pada injektor bisa saja erosi atau terkikis, ini akibat kandungan aditif yang terlalu keras," tambah pemilik bengkel yang bermarkas di Jl. Sultan Agung KM.28 No.56, Medan Satria, Bekasi.

Valve injektor diesel berbentuk bulat kecil berbahan baja.

Dan penggunaan aditif yang memiliki bahan kimia keras yang bisa saja mengikis permukaan valve injektor.

(Baca Juga: Ini Akibatnya Jika Suka Membiarkan Tangki Mobil Mesin Diesel Sampai Kosong)

lubang nozzle injektor diesel sangat kecil
ryan/gridoto.com
lubang nozzle injektor diesel sangat kecil
Jadi penggunaan aditif bahan bakar sebaiknya jangan terlalu sering yang berakibat merusak injektor diesel.

Injektor diesel yang rusak, debit bahan bakar yang disemprotkan tidak akan seusai dengan permintaan mesin.

"Bila sudah begini, indikasi awal mesin menjadi pincang dan pasti tenaga mesin jauh berkurang," tutup Loviess.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X