Mudahnya Ganti Air Radiator Mobil, Gak Pakai Ribet

Nabiel Giebran El Rizani - Rabu, 5 Februari 2020 | 20:15 WIB
Mengisi Air Radiator
Mengisi Air Radiator

Jip.co.id - Air radiator perlu dilakukan penggantian secara berkala.

Umumnya penggantian dilakukan setiap interval 40.000 km.

Cara ganti air radiator mobil ini sangat mudah sehingga bisa dilakukan sendiri.

Berikut cara ganti air radiator mobil.

(Baca Juga: Harga Nissan X-Trail Bekas Tahun 2002-2003, Pasarannya Cuma Segini)

1. Hidupkan mesin sekitar 3-5 menit agar cooling system berputar sehingga kotoran tidak mengendap di bagian bawah radiator.

2. Buka tutup radiator dengan hati-hati, lalu dilanjutkan dengan membuka lubang pembuangan pada radiator.

3. Bila ingin mengganti dengan merek lain, tutup lubang pembuangan dan isi radiator dengan air jernih seperti air murni (air aki dalam botol biru).

4. Hidupkan mesin hingga thermostat terbuka.

Cirinya dapat terlihat pada air yang bersirkulasi di lubang tutup radiator.

(Baca Juga: Mesin Andalan Daihatsu Taft Selama Ada di Indonesia, Pernah Pakai yang Mana? )

5. Matikan mesin dan diamkan sekitar 15 menit, lalu buka kembali lubang pembuangan pada radiator.

6. Ulangi langkah 3–5 hingga warna air telah bening.

7. Isi radiator dengan radiator coolant yang baru.

8. Hidupkan mesin kembali sambil sedikit memainkan pedal gas hingga 2.000 rpm.

Hal ini bertujuan untuk meminimalkan celah udara yang terjebak dalam sistem.

9. Lalu tambahkan coolant pada radiator hingga penuh dan tutup.

Jaga Selalu Kondisi Kipas Pendingin Radiator, Jangan Sampai Rusak

Ilustrasi kipas mesin radiator
Aditya Pradifta
Ilustrasi kipas mesin radiator

Jip.co.id - Ada dua macam kipas pendingin radiator yang diaplikasi mobil, kipas konvensional dan elektrik.

Kipas konvensional masih mengandalkan penggerak drive belt atau fan belt.

“Sedangkan kipas elektrik, kipas ini tidak berhubungan dengan putaran mesin melainkan terjadi ketika suhu air radiator mulai panas,” ujar Edo dari CPM Motor yang bermarkas di Ciganjur, Jakarta Selatan.

Menurut Edo, kipas radiator elektrik dapat berputar ketika mendapat input dari ECU (Electronic Control Unit) atau komputer mobil.

Jika Anda menyalakan mesin dengan AC hidup seharusnya kipas juga akan langsung berputar.

(Baca Juga: KIA Seltos Diubah Bergaya Adventure, Enak Nih Buat Diajak Main Tanah! )

“Namun, jika Anda menyalakan mesin tapi AC off, maka kipas pendingin akan berputar dalam waktu setengah jam setelahnya,” tutur Edo.

Sebagai contoh, saat mesin masih dalam kondisi dingin 20-25 derajat tentu perlu waktu untuk mencapai suhu 90 derajat celcius.

“Sehingga ketika suhu mesin belum mencapai 90 derajat celcius, jangan langsung berpikir kipas rusak, karena memang belum waktunya kipas berputar,” jelas Edo.

Namun, baik kipas konvensional maupun elektrik berpotensi mengalami masalah atau kerusakan.

(Baca Juga: SUV Mercedes-Benz Enggak Cuma Mewah, Kemampuan Off-Road Juga Mumpuni, Ini Daftar Harganya)

Jika kipas radiator bermasalah atau rusak, mobil Anda bukan tidak mungkin akan mengalami overheat.

“Untuk memperbaiki part pada radiator mobil Jepang biayanya sekitar Rp 200.000, dan untuk penggantian part bisa dikenakan biaya hingga Rp 1 jutaan,” imbuh Edo.

Itupun belum termasuk biaya servis, karena untuk jasa servis Anda harus menyiapkan dana Rp 200 ribu.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa