Apa Jadinya, Jika Oli Mesin Dengan Viskositas Berbeda Dicampur?

Nabiel Giebran El Rizani - Jumat, 15 Mei 2020 | 20:45 WIB
Ilustrasi ganti oli matik mobil
Ilustrasi ganti oli matik mobil

Jip.co.id - Semua oli mesin dibuat dengan formula dan sudah sesuai dengan standar kekentalannya (SAE).

Artinya, oli mesin memiliki viskositas berbeda, sesuai kebutuhan mesin mobil.

Lalu apakah oli mesin mobil bisa dicampur dengan viskositas berbeda?

“Setiap mobil memiliki spesifikasi berbeda, dan tentunya pabrikan sudah memberikan panduan oli mesin yang sesuai,” ujar Teddy Tuner REV Engineering di kawasan Kedoya, Jakarta Barat.

“Kalau oli dicampur setiap merek memiliki formula yang berbeda, takutnya ada reaksi kimia yang tidak diinginkan sehingga daya lumas oli jadi tidak sebagus semestinya,” jelas Teddy.

(Baca Juga: Inspirasi Modifikasi Toyota Fortuner, Dengan Aksen Krom)

Teddy menambahkan, terkadang malah bisa menyebabkan kerak karena reaksi kimia tersebut.

Maka dari itu, oli encer memang sengaja didesain untuk mesin-mesin modern yang punya celah kerapatan kecil.

“Oli kalau lagi kentel itu tekanannya lebih tinggi, dan semakin panas oli akan semakin encer tekanannya juga semakin drop,” papar Teddy.

“Jadi oli itu disesuaikan oleh celah metalnya, kalo metal renggang dikasih oli encer kurang bagus proteksinya, sedangkan kalau celah metalnya kecil dikasih oli kentel pelumasannya juga tidak baik,” kata Teddy lagi.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa