Ini Dia Bahaya Dari Spooring Dan Balancing yang Tidak Benar

Nabiel Giebran El Rizani - Selasa, 26 Mei 2020 | 20:45 WIB
Kegiatan spooring pada mobil
Kegiatan spooring pada mobil

Jip.co.id – Keselarasan roda penting buat mobil, oleh karena itu spooring dan balancing rutin dilakukan.

Hal ini tentunya berkaitan dengan kenyamanan dan juga keselamatan berkendara.

Namun, adakah akibat yang timbul akibat spooring dan balancing yang tidak benar?

“Akibat balancing yang tidak benar, kendaraan jadi bergetar, setir goyang-goyang kiri-kanan,” ujar Zulpata Zaenal salah satu praktisi di industri ban.

“Bergetar itu istilahnya shimmy, biasanya terjadi saat mobil melaju pada kecepatan 60-70 km/jam ke atas,” imbuhnya.

Menurut Zulpata, dalam waktu lama hal tersebut dapat merusak komponen lain.

(Baca Juga: Harga Terkini Toyota Fortuner Bekas Tahun 2011 di Jakarta, SUV Dengan Durabilitas Jempolan!)

“Bisa menimbulkan kerusakan pada tie rod, bushing-bushing, dan lainnya, sebaiknya lakukan perbaikan tiap 10.000 Km atau lebih cepat lagi,” jelas Zulpata.

“Sedangkan jika tidak melakukan spooring dampaknya, arah kendaraan tidak lurus, kadang condong ke kiri atau ke kanan,” ucap Zulpata.

Selain itu, kendaraan jadi tidak stabil, posisi setir terkadang jadi miring, kerusakan ban di salah satu sisi.

“Biasanya ditandai kerusakan ban di satu sisi, misal di telapak ban bagian luar atau dalam  yang menyebabkan umur pakai ban jadi lebih pendek,” papar Zulpata.

“Untuk itu, lakukan spooring sebaiknya tiap 10.000-20.000 Km atau lebih cepat lagi, sehubungan masih banyak jalan yang bergelombang ataupun berlubang,” kata Zulpata lagi.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa