Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Awas! Diesel Kurang Perhatian Karena Melakukan Hal Ini Bisa Bahaya...

Rindra Pradipta - Kamis, 9 September 2021 | 20:15 WIB
Toyota Kijang Innova Diesel dibuat jinjit
Instagram@indonesia_mpv
Toyota Kijang Innova Diesel dibuat jinjit

Jip.co.id - Perawatan diesel common-rail berbeda dengan diesel konvensional.

Common-rail, menggunakan injektor dengan tekanan tinggi untuk menyemprotkan bahan bakar ke dalam silinder.

Kerja common rail hampir sama dengan sistem electronic fuel injection (EFI) pada mesin bensin, hanya saja kalau common-rail menggunakan solar.

Baca Juga: Waspada, Keseringan Pakai Aditif Solar, Ternyata Merusak Mesin Diesel

Modifikasi Toyota Fortuner Diesel AT 2010. Mesin
Dok. OTOMOTIF
Modifikasi Toyota Fortuner Diesel AT 2010. Mesin

“Ada sensor, ECU dan injektor,” sahut Faizal kepala bengkel Chevrolet Sun Motor dibilangan Kebon Jeruk, Jakarta barat.

Pemakaian BioSolar masih dapat ditoleransi oleh common-rail.

Namun tentunya ada konsekuensinya, yakni perawatan berkala yang harus mendapatkan perhatian ekstra.

Sebab, pemakaian BioSolar akan berpengaruh pada kerja common-rail.

Hal tersebut dikarenakan BioSolar rentan terdapat kandungan air, kotoran dan sulfur berlebih akan menyumbat kerja pompa common-rail-nya.

“Jalur bahan bakar di common-rail sangat kecil dan presisi. Sehingga jika solar tercemari sedikit saja, maka akan membuat tekanan pompa common-rail berkurang atau bahkan tersumbat,” wanti Mardiono.

Sebagai antisipasinya, dengan mempersingkat waktu perawatan berkala pada mesin diesel common-rail.

Baca Juga: Begini Cara Mancing Tenaga Mesin Diesel Common Rail Biar Tambah Gede

speed offroad anti mainstream
speed offroad anti mainstream

Tujuannya, agar timbunan kotoran dan sulfur tak terlalu lama mengendap di tangki bahan bakar dan filter solar.

Sebagai contoh pada Captiva, waktu servis normalnya setiap 30 ribu km.

Namun jika sering menggunakan BioSolar, maka disarankan untuk memajukan waktu servis hingga setengah dari yang disarankan buku panduan servis, yakni setiap 10-15 ribu km.

Perawatan berkala yang lebih cepat, dikarenakan kedua tempat tersebutlah tempat paling rawan untuk air, kotoran dan sulfur mengendap.

“Filter solar yang kotor akan membuat timbunan kotoran bisa masuk ke injektor, sehingga menyebabkan kerusakan pada injektor,” wanti Faizal.

FYI, Harga untuk sebuah injektor common-rail sendiri cukup mahal, yakni berkisar antara Rp 6-8 juta untuk satu unit injektornya. Mahalkan? Makanya jangan sampai kurang perhatian ya...

 

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa