Engine Mounting Mulai Rusak, Begini 2 Cara Deteksinya

Nabiel Giebran El Rizani - Senin, 20 September 2021 | 18:55 WIB
Ilustrasi engine mounting
Dylan Andika/GridOto.com
Ilustrasi engine mounting

Jip.co.id – Engine mounting dapat mengalami kerusakan seiring umur pakai, tapi hal ini dapat dideteksi gejalanya.

Ada dua cara, yakni dengan melihat fisiknya dan merasakan gejalanya.

“Melihat fisik engine mounting bisa memudahkan, tapi jika memang posisinya tidak tertutup oleh komponen lain,” tutur Rudi Ganefia Workshop Head Auto 2000 Krida di Cilandak, Jakarta Selatan.

“Biasanya kerusakan terjadi pada karet-karetnya yang kempis dan sobek,” imbuhnya.

Baca Juga: Nyeleneh! Bodi Land Cruiser FJ40 Dipotong, Diubah Jadi Double Cabin

Rudi mengungkapkan, untuk tipe hidraulis, jika terjadi kerusakan akan terdapat rembesan cairan di sekitar mounting.

Cara kedua mendeteksi kerusakan engine mounting adalah dengan merasakan efeknya.

“Kalau kondisinya sudah buruk, biasanya tidak mampu lagi meredam getaran mesin terlebih saat melewati jalan berlubang atau polisi tidur,” ujar Rudi. 

“Mesin akan terpantul-pantul karena karet-karetnya sudah aus,” ucap Rudi.

Menurut Rudi, ketika engine mounting rusak, mobil dalam kondisi idle getaran mesin akan terasa ke kabin.


Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa