Suka Lupa Ganti Oli Transmisi, Jangan Kaget Kalau Sampai Ada Kejadian Ini

Nabiel Giebran El Rizani - Jumat, 12 November 2021 | 20:30 WIB
Ilustrasi tuas transmisi matic Pajero sport
Pajerosportindonesia.org
Ilustrasi tuas transmisi matic Pajero sport

Jip.co.id - Kalau Anda melakukan perawatan sembarangan transmisi otomatis juga bisa bermasalah, seperti proses perpindahan transmisi otomatis nyangkut atau tertahan.

"Banyak pemilik mobil seken atau bekas sepele di soal penggantian oli transmisi matik, telat atau jarang ganti," buka Hermas Efendi Prabowo, pemilik bengkel Worner Matic Bintaro, Tangerang Selatan.

Kelamaan, senyawa terkandung di dalam oli lama akan berubah selama pemakaian sehingga menyebabkan daya lubrikasi berkurang.

Ketika daya lubrikasi oli mulai berkurang, antarkomponen yang bergesek akan menimbulkan partikel atau serpihan kotoran sehingga menimbulkan endapan.

Baca Juga: Lebih Mengenal Dengan Jenis Locker Yang Ada Di Dunia Off-Road

Endapan inilah yang menjadi penyebab "nyangkut" di komponen dalam girboks.

"Pada dasarnya nyawa transmisi otomatis kan oli transmisi karena kerja dan perpindahannya membutuhkan tekanan oli," tegas Hermas.

Untuk itu perlu melakukan penggantian secara rutin oli transmisi matik setiap 25 ribu sampai 30 ribu kilometer.

"Kalau kondisi ideal mobil sering jalan lancar bisa ganti setiap 50 ribu sampai 60 ribu kilometer," ujar Hermas.


Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa