Pentingnya Penggantian Pelumas Transfer Case, Demi Menjaga Performa Tunggangan 4x4 Anda

Nabiel Giebran El Rizani - Selasa, 15 September 2020 | 18:15 WIB

Transfer case (Nabiel Giebran El Rizani - )

Setiap kali transfer case Anda dicek, pelumas transfer case Anda juga harus diperiksa kondisi dan warnanya.

Mintalah kepada mekanik Anda untuk melakukan pengecekan komponen lain saat melakukan servis seperti clearance, shift fork, juga pegas penahan tuas. Pemeriksaan ini akan mencegah terjadinya kerusakan pada dan oleh transfer case mobil Anda.

Untuk pelumas transfer case SUV, pikap 4x4, truk ringan, disarankan memilih oli single grade dengan spesifikasi SAE 90 atau SAE 140. Perawatan transfer case mudah saja, lakukan ganti oli setiap 40 ribu kilometer atau kira-kira tiap 2 sampai 3 tahun secara rutin.

Dan perlu diingat olinya jangan sampai salah karena bisa merusak,” ucap Adi Wijaya, dari bengkel Tunas Toyota Pondok Gede, Jakarta Timur.

Sementara jika sudah pakai transfer case dengan kenop elektrik, kerusakan bisa terjadi pada area kenop, sekring switch, motor pengubah mode penggerak atau bahkan ECU.

Sehingga perbaikan diperlukan bengkel spesialis yang mampu menangani transfer case elektronik dengan diagnosa lewat komputer.