Rahasia Terpendam Dibalik Transmisi Suzuki Jimny

Nabiel Giebran El Rizani - Senin, 9 Juli 2018 | 21:00 WIB
Suzuki Jimny JB32 ELK
Suzuki Jimny JB32 ELK

Jip.co.id - Ketika kita berhubungan dengan angka-angka maka secara tidak langsung ada korelasinya dengan matematika.

Bahkan dalam ajang speed off-road atau balap off-road lainnya.

Pada dasarnya, kendaraan bermotor apapun itu wujudnya merupakan kumpulan gugusan angka untuk tiap sudut, hingga bagian terkecil sekalipun.

Kita coba lebih fokus pada satu hal, yakni hitungan yang terjadi di bawah kabin Jimny anda.

Merupakan hitungan yang ada antara girboks, transfercase dan final gir.

(BACA JUGA: Ini Penampakan Sasis Suzuki Jimny Generasi Terbaru)

Rasio hitungan yang dihasilkan tentu akan memberi pengaruh pada performa secara keseluruhan.

Dan sepertinya perkara mencari gugusan rasio yang pas pada Jimny di ajang speed off-road sudah menjadi sebuah kewajiban.

Hingga detik ini, Jimny diberkati dengan girboks dan transfercase terpisah.

Walau sebagian orang menilai sistem ini lebih rawan getaran, namun di sisi lain format t-case dan girboks terpisah tersebut merupakan berkah.

Jimny leluasa melakukan engine swap (lengkap dengan girboksnya) atau berganti T-case.

(BACA JUGA: Aksesori Resmi untuk Suzuki Jimny Generasi Baru! Ada Apa Aja Ya?)

Ditambah lagi, pilihan final gir yang beragam kian menambah kelancaran pencarian rasio yang pas bagi sang Jimny.

Kita sepakati sebelumnya jika dalam racik komposisi rasio yang kita bahas ini sebatas yang ada pada Jimny bertransmisi manual dan bermesin F10A.

Semua itu lantaran jenis girboks ini yang menjadi favorit diterjunkan ke medan speed off-road maupun adventure.

Setiap racikan modifikasi, khususnya untuk off-road racing, memiliki hitungan yang berbeda-beda.

Namun secara garis besar, medan seperti speed off-road membutuhkan komposisi setingan girboks, t-case dan final gir yang tak jauh berbeda.

(BACA JUGA: Diam-diam Isuzu MU-X dan D-MAX Edisi Spesial Meluncur)

 

“Bisanya tidak jauh berbeda dari total hitungan Jimny standar. Performa mesin jelas memegang peranan penting dalam pengambilan keputusan pemilihan final gir,” tutur Yayat dari Progresive Bandung.

“Karakter pembalap juga merupakan faktor penentu. Kondisi medan pun ikut berperan dalam pemilihan rasio ini,” sambung Moh Hidayat Andana dari Nonx Auto Bandung.

Dalam hal ini, kami menyarankan untuk berkonsultasi dengan ahli agar mendapat komposisi yang pas dan sesuai dengan karakter pengemudi.

 

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X