Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Vitara Ini Kondisinya Hampir Standar Dan Berhasil Taklukan Trek IOX

Rindra Pradipta - Senin, 26 Juli 2021 | 08:00 WIB
Modifikasi Suzuki Vitara 1.6 EPI 1996
Modifikasi Suzuki Vitara 1.6 EPI 1996

Jip.co.id - "Saya lebih baik ganti as-roda Vitara sejam lebih ketimbang harus me-recovery Toyota HJ60 berjam-jam karena bobotnya yang berat,” tegas Hendrik builder HRX Motorsport.

Inilah awal mula kenapa Reza Kamal - seorang dokter ahli kandungan yang doyan adventure off-road memboyong Suzuki Vitara ke garasi rumahnya.

Bobot memang jadi salah satu kendala bagi sebuah kendaraan. Mulai dari kompetisi hingga ekspedisi off-road, pasti selalu mencari cara bagaimana membuat kendaraan seringan mungkin.

Baca Juga: Cara Deteksi Masalah Mesin dengan Melihat Kepala Busi

Modifikasi sederhana Suzuki Vitara 1.6 EPI untuk off-road ekspedisi
Modifikasi sederhana Suzuki Vitara 1.6 EPI untuk off-road ekspedisi

Banyak alasan yang melatar belakangi, mulai dari umur spare part yang pasti jarang rusak karena bobot kendaraannya ringan hingga urusan kecepatan dan kemudahan recovery ketika terjebak di lumpur ekstrem.

Sebelumnya Reza kerap menggunakan Toyota Land Cruiser HJ60 untuk adventure off-road. Tapi untuk mengikuti event Indonesia Off-road Expedition (IOX) banyak suara kontra dengan kendaraanya.

“Bahkan mekanik saya nyerah karena HJ60 beratnya mencapai 3,5 ton saat full load,” terang Reza.

Suzuki Vitara dengan kondisi hampir standar dapat taklukan trek IOX
Suzuki Vitara dengan kondisi hampir standar dapat taklukan trek IOX

“Kalau pakai Vitara pasti bakal jauh lebih enteng. Lagian saya lebih paham kalau ngoprek Suzuki,” alasan Hendrik yang memodifikasi Vitara milik Reza. Hendrik pun akhirnya dapat meyakinkan Reza dengan pilihan kendaraanya ini.

Sebulan lebih sebelum berlangsungnya IOX Lahat-Monas (LAMO) 2014, Suzuki Vitara 1.6 EPI dengan kondisi standar akhirnya dibeli.

Mesin hanya mengganti header konfigurasi 4-2-1, selebihnya dibiarkan standar. “Mesin powerfull akan membuat kerja as roda semakin berat. Karena as roda masih menggunakan standar Vitara,” jelas Reza.
Mesin hanya mengganti header konfigurasi 4-2-1, selebihnya dibiarkan standar. “Mesin powerfull akan membuat kerja as roda semakin berat. Karena as roda masih menggunakan standar Vitara,” jelas Reza.

Tanpa buang-buang waktu lagi Vitara pun dikirim ke bengkel untuk persiapan IOX. “Nekat saja deh… Kalau sebulan tidak keburu ya terpaksa pakai lagi Toyota HJ60 yang sudah siap jalan,” imbuhnya.

Karena perjalanan IOX cukup lama maka sudah pasti perbekalan yang dibawa cukup berat.

Pengerjaan tahap awal pun fokus pada bagian sasis. Pada lengkungan sasis Vitara yang memiliki istilah ‘kuda lumping’ pun direinforced. Tujuannya agar konstruksi Vitara lebih siap untuk kerja berat.

Sistem IFS tetap dipertahankan. Hanya swingarm diganti dengan bahan pipa agar lebih kokoh. Sedangkan rumah gardan depan diganti dengan bahan besi. Untuk mengimbangi lift-kit, dudukan gardan bagian depan dibuat lebih turun. Sedangkan gardan belakang diganti link-arm lebih panjang dan menggunakan pillow ball agar gerakannya fleksibel.
Sistem IFS tetap dipertahankan. Hanya swingarm diganti dengan bahan pipa agar lebih kokoh. Sedangkan rumah gardan depan diganti dengan bahan besi. Untuk mengimbangi lift-kit, dudukan gardan bagian depan dibuat lebih turun. Sedangkan gardan belakang diganti link-arm lebih panjang dan menggunakan pillow ball agar gerakannya fleksibel.

Kaki-kaki sistem IFS (Independent Front Suspension) pada Vitara tetap dipertahankan.

Agar lebih kokoh swing-arm bawaan sudah dipensiunkan dan dibuat custom. Arm custom ini menjiplak langsung part after market Vitara dari Calmini.

Baca Juga: Sokbreker dan Per, Begini Tips Cek Kondisi Dua Komponen Suspensi

Walau pun sudah dilengkapi dengan berbagai macam switch peralatan off-road. Tidak merusak estetika dasbor Vitara
Walau pun sudah dilengkapi dengan berbagai macam switch peralatan off-road. Tidak merusak estetika dasbor Vitara

Tepat sebulan ”proyek nekad” membangun Vitara pun selesai. Dari yang tadinya benar-benar polos dengan tampilan harian, kini sudah siap tempur dan kembali ke habitatnya.

“Awalnya sempat tidak yakin si Juleha dapat finish di Jakarta. Ah tapi nekat saja. Sudah nanggung,” cengirnya.

Bagaimana tidak nekat? Reza sama sekali tidak mengetahui karakter tunggangannya kali ini. Namun ternyata nasib baik memihaknya.

Walaupun ruang terbatas, Ruang belakang Vitara yang kompak ini tetap bisa membawa barang banyak asal management barang diatur dengan benar
Walaupun ruang terbatas, Ruang belakang Vitara yang kompak ini tetap bisa membawa barang banyak asal management barang diatur dengan benar

Dengan kondisi kendaraan yang hampir standar, akhirnya berhasil finish di Tugu Monas - Jakarta tanpa banyak kerusakan.

Apa resepnya? “Yang penting sabar! Jangan maksa kendaraan saat melewati trek off-road yang berat. Kalau stuck tinggal recovery pakai winch,” tutup Reza. Setuju!

Spesifikasi

Mesin       : 1.6 EPI
Sasis        : OEM reinforce
Transmisi  : 5 speed manual OEM
T Case      : OEM + reduction gear 4.1:1
Gardan depan : Custom Steel
Gardan belakang : OEM + Spartan locker
Final Gear  : 5.1:1 OEM
Pelek         : Challenger 15x7”
Ban           : Simex Extreme Trekker 32x10.5/R15
Bumper     : Custom Tubular
Winch        : Warn 8274-40 motor Warn XP, plasma rope 14 mm dan T Max EW9500 sling T Max
Per            : Custom
Sokbreker  : Profender
Bengkel     : HRX Motorsport

 

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa