Jangan Sering Pakai Mode Tiptronic di Mobil Matik Anda, Ini Sebabnya

Nabiel Giebran El Rizani - Minggu, 10 Maret 2019 | 12:30 WIB
Transmisi otomatis CVT dengan mode manual
GridOto.com
Transmisi otomatis CVT dengan mode manual

Jip.co.id - Mode manual atau tiptronic di beberapa jenis transmisi otomatis memiliki kelebihan dalam mendukung kenyamanan berkendara.

Dibalik kelebihannya, siapa sangka ternyata mode tiptronic ini tidak boleh dipakai terlalu sering.

"Terutama untuk familiy car atau city car yang peruntukkanya tidak ekstrim, tidak disarankan sering menggunakan mode tiptronic," ujar Hermas Efendi Prabowo, pemilik bengkel Worner Matic.

Apa alasannya?

Tidak seperti mobil performa tinggi, mobil harian didesain untuk digunakan dalam batas wajar sehingga durabilitas transmisi otomatisnya pun didesain untuk pemakaian wajar.

Ketika masuk di dalam mode tiptronic, akan terjadi penumpukan torsi pada komponen di dalam girboks transmisi otomatis.

Dengan mode manual Anda dapat memindahkan posisi gigi lebih akurat sesuai kebutuhan atau mengemudi s
Advertorial
Dengan mode manual Anda dapat memindahkan posisi gigi lebih akurat sesuai kebutuhan atau mengemudi s
(Baca Juga : Suka Lupa Ganti Oli, Jangan Kaget Kalau Transmisi Matik Nyangkut)

"Sebagaimana mode tiptronic ini diciptakan, penumpukan torsi ini berperan memberikan torsi maksimal pada rasio gigi dan putaran mesin tertentu misalnya seperti berakselerasi atau menanjak," jelas Hermas.

Namun bila digunakan tidak tepat dan sesuai dengan peruntukkannya, penumpukan torsi ini malah bisa memperpendek umur transmisi otomatis.

Karena komponen yang seharusnya digunakan dalam batas wajar dipaksa menahan torsi berlebih.

Akibatnya komponen bisa mengalami aus bahkan transmisi otomatis dalam jangka panjang mengalami "jedug" atau tidak bisa berpindah transmisi sama sekali.

"Beda dengan mobil performa karena memang diciptakan untuk mentolerir besarnya tenaga dari mesin," tegas Hermas.

 

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X