Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Bangun Jimny Jangkrik Kompetisi Off-Road Dari Hasil Copy-Paste

Bimo SS - Jumat, 18 Juni 2021 | 12:50 WIB

Jip.co.id - Bagi pemerhati kompetisi off-road nasional, pasti sudah tidak asing lagi dengan Suzuki Jimny Jangkrik semi tubular milik Fiddoh Muhammad ini.

Sejarah singkat tentang LJ80 semi tubular yang sudah banyak mengantar Fiddoh bercokol di podium juara ini ternyata dibangun dari hasil copy-paste.

Kedua gardan masih asli milik Jimny LJ80, Suspensi depan memakai Coilover Amada Xtreme.
Kedua gardan masih asli milik Jimny LJ80, Suspensi depan memakai Coilover Amada Xtreme.

Sedangkan gardan belakang juga direinforced dan dibikin ulang dudukan per keong. Suspensi belakang mengandalkan sistem tri link dengan per keong milik Honda Maestro dan sokbreker ProComp MX-6.
Sedangkan gardan belakang juga direinforced dan dibikin ulang dudukan per keong. Suspensi belakang mengandalkan sistem tri link dengan per keong milik Honda Maestro dan sokbreker ProComp MX-6.

Mesin F8A 800cc ditukar F10A milik Jimny Gen 2 yang dibiarkan standar demi mengejar durabilitas. Hanya posisinya dimundurkan 15 cm
Mesin F8A 800cc ditukar F10A milik Jimny Gen 2 yang dibiarkan standar demi mengejar durabilitas. Hanya posisinya dimundurkan 15 cm

Adalah Suzuki Jimny Jangkrik kompetisi milik Djoko Suryono atau lebih dikenal dengan Djoko Jangkrik yang awalnya menjadi proyek serta eksperimen Fiddoh untuk membuat mobil off-road yang kompetitif.

Sukses mengantarkan Djoko berprestasi di kompetisi, akhirnya hasil racikan itu pun di copy-paste.

Baca Juga: Penyebab Ada Bau Tak Sedap di AC Double Blower

Dari dashboard sampai kabin memakai material aluminium. Instrumen dashboard memakai copotan dari sedan Volvo.
Dari dashboard sampai kabin memakai material aluminium. Instrumen dashboard memakai copotan dari sedan Volvo.

Jok memakai produk bengkel Fiddoh sendiri, modelnya mengikuti Mastercraft.
Jok memakai produk bengkel Fiddoh sendiri, modelnya mengikuti Mastercraft.

Transfercase dirombak menjadi sistem dual stick seperti kepunyaan Djoko, satu tuas berfungsi untuk memindahkan posisi H dan L, stik lainnya untuk merubah posisi 4x2 dan 4x4.
Transfercase dirombak menjadi sistem dual stick seperti kepunyaan Djoko, satu tuas berfungsi untuk memindahkan posisi H dan L, stik lainnya untuk merubah posisi 4x2 dan 4x4.

“Karena semuanya sudah memiliki blue print, maka proses pengerjaannya pun tidak rumit. Tinggal mencontek dari jip balap milik Djoko”, ujar Fiddoh yang juga punggawa Hobbies Workshop ini.

Namun tidak serta merta mencontek milik Djoko, Fiddoh justru mengembangkan riset khususnya dibagian suspensi.

Posisi winch Warn 8274 berada di belakang kabin untuk memperbaiki distribusi bobot.
Posisi winch Warn 8274 berada di belakang kabin untuk memperbaiki distribusi bobot.

Disini Fiddoh memakai coil spring pada keempat rodanya. Bahkan untuk roda depan, mengandalkan coilover shock. Untuk suspensi bagian belakang menggunakan sistem tri-link dengan coil spring dan sokbreker konvensional.

Dengan racikan ini, sejarah Fiddoh membawa pulang hadiah mobil ataupun sepeda motor dari event off-road nasional sudah tidak terhitung.

Ban Simex Extreme Trekker 31x10.5R15 dipasangkan dengan pelek kaleng Daihatsu Taft.
Ban Simex Extreme Trekker 31x10.5R15 dipasangkan dengan pelek kaleng Daihatsu Taft.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa