Jipedia, Jip Militer Agrale Marruá. Banteng Liar Dari Negeri Samba

Kamis, 20 Juli 2017 | 14:35 WIB

Berbekal bantuan dari perusahaan lokal (Columbus &  Ceppe), mereka mengembangkan “kemasan botol baru” kepada “anggur lama” Engesa EE-12 agar bisa mengikuti tender AD Brasil untuk pengadaan jip militer (kelas ½ ton & 4WD) yang  didesain  dan diproduksi secara lokal.

Akhirnya pada Pebruari 2003, 3 unit reinkarnasi Engesa EE-12 yang dibaptis dengan nama Marruá berhasil disiapkan untuk keperluan uji coba AD Brasil.

Karena modal kerja semakin menipis, setelah menyiapkan unit test drive tadi, tim Marruá mencari investor baru. Dan kali ini mereka dibantu oleh Agrale, yang bergerak dalam bisnis bus, truk dan traktor.

Melihat besarnya minat AD Brasil terhadap Marruá, Agrale menginvestasikan anggaran sebesar US$ 11 juta untuk memproduksi Agrale Marruá mulai Pebruari 2004.

Selanjutnya Agrale Marruá menjalani serangkaian uji coba lanjutan sejauh hampir 100.000 km, dan beragam pengembangan lainnya agar bisa memenuhi seluruh permintaan AD Brasil.

Hasilnya, AD Brasil memberikan sertifikasi final pada Juli 2005 yang berarti Agrale Marruá resmi memasuki dinas militer, kemudian disusul pembelian dalam jumlah besar. 

Agrale Marrua

Setelah tuntas membahas kisah masa lalu Agrale Marruá, tiba giliran mengupas soal  “kemasan baru untuk anggur lama”. Ungkapan “kemasan baru” terletak pada aspek non-kosmetik yang sangat vital bagi kinerja Marruá, seperti mesin dan transmisi.

Sedangkan jargon “anggur lama” mengacu pada unsur rekayasa teknologi yang mengadptasi  ramuan Ford M151 MUTT dan Engesa EE-12. Penasaran? Mari kita kupas satu demi satu. 

Dari segi penampilan, konsep  “anggur lama” rupanya masih dianggap relevan. Tidak lain karena desain bodi serbakotak yang terkesan kaku namun sederhana dan mudah diperbaiki, memang lebih cocok untuk kebutuhan konsumen militer daripada kalangan sipil.

Agrale Marrua

Uniknya, ketika Agrale Marruá dan Engesa EE-12 yang sejatinya bersaudara kembar itu diposisikan berdampingan, langsung terlihat kalau sang banteng liar lebih cocok disebut sebagai saudara muda yang tampil lebih dinamis dan modern.